Menentukan positioning cafe berarti menetapkan posisi yang ingin ditempati sebuah kafe di benak pelanggan. Positioning bukan sekadar soal desain interior, harga menu, atau gaya visual, tetapi tentang bagaimana pelanggan memahami identitas bisnis dibanding kompetitor. Jika positioning jelas, orang akan lebih mudah menjawab pertanyaan sederhana: “Kenapa harus datang ke kafe ini?”

Banyak kafe memiliki produk yang mirip. Kopi susu, americano, pastry, rice bowl, dan dessert bisa ditemukan di banyak tempat. Karena itu, positioning cafe perlu dibangun dari kombinasi target pelanggan, kebutuhan mereka, pengalaman yang ditawarkan, serta alasan yang membedakan bisnis dari tempat lain.

Mulai dari Target Pelanggan yang Spesifik

Langkah awal dalam menentukan positioning cafe adalah mengetahui siapa pelanggan yang paling ingin dijangkau. Target “anak muda” masih terlalu luas. Mahasiswa berusia 20 tahun tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan pekerja kantoran berusia 29 tahun meskipun sama-sama termasuk kelompok usia muda.

Pemilik bisnis bisa mulai dengan menjawab beberapa pertanyaan:

  • Siapa pelanggan utama yang ingin datang?
  • Berapa kisaran pengeluaran mereka untuk sekali kunjungan?
  • Apakah mereka datang untuk bekerja, mengobrol, makan, atau sekadar membeli minuman?
  • Jam berapa mereka paling sering mengunjungi kafe?
  • Apa masalah yang sering mereka alami di kafe lain?
  • Pengalaman apa yang mereka cari?

Jawaban tersebut dapat membantu memperjelas positioning kafe sebelum masuk ke tahap desain dan promosi.

Pelajari Kompetitor, Bukan untuk Meniru

brand positioning

Cara menentukan positioning cafe berikutnya adalah memetakan kompetitor di area yang sama atau bisnis dengan target pelanggan serupa. Perhatikan apa yang sudah banyak ditawarkan.

Misalnya, jika hampir semua kafe di sebuah kawasan menawarkan tempat nongkrong dengan interior industrial, membuat konsep serupa akan membuat bisnis sulit dibedakan. Sebaliknya, mungkin masih ada ruang untuk kafe yang fokus pada suasana tenang, pelanggan remote worker, pengalaman specialty coffee, atau konsep keluarga.

Analisis kompetitor tidak berarti harus menciptakan sesuatu yang benar-benar belum pernah ada. Tujuannya adalah menemukan ruang yang belum terlalu padat dan masih relevan dengan kebutuhan pasar.

Rumus Sederhana untuk Membuat Positioning

Dalam menentukan positioning cafe, pemilik bisnis dapat menggunakan struktur sederhana:

Untuk [target pelanggan], kafe kami adalah [kategori atau konsep] yang menawarkan [manfaat utama] karena [alasan yang dapat dibuktikan].

Contohnya:

“Untuk pekerja remote di area perkotaan, kafe kami adalah ruang kerja santai dengan suasana tenang, meja nyaman, dan koneksi internet stabil.”

Kalimat seperti ini membantu bisnis tetap konsisten saat mengambil keputusan. Jika positioning-nya adalah kafe untuk remote worker, penggunaan meja terlalu kecil, musik sangat keras, atau minim colokan listrik tentu bertentangan dengan identitas tersebut.

Positioning Harus Terlihat dalam Pengalaman Pelanggan

Strategi positioning cafe tidak cukup ditulis dalam dokumen bisnis. Positioning harus terasa ketika pelanggan datang.

Harga, menu, interior, musik, pelayanan, kemasan, media sosial, hingga jam operasional perlu bergerak ke arah yang sama. Kafe dengan positioning premium misalnya perlu menjaga kualitas pelayanan dan pengalaman secara konsisten. Sementara kafe untuk mahasiswa perlu mempertimbangkan harga dan kebutuhan berkumpul.

Karena itu, menentukan positioning cafe sebaiknya dilakukan sebelum terlalu jauh membuat identitas visual. Logo dan desain akan jauh lebih mudah dirancang setelah karakter bisnisnya jelas.

Positioning yang kuat tidak harus rumit atau terdengar spektakuler. Yang lebih penting adalah spesifik, relevan, dan dapat dirasakan pelanggan. Dengan menentukan positioning cafe sejak awal, pemilik bisnis memiliki dasar yang lebih jelas untuk menentukan produk, harga, komunikasi, pengalaman pelanggan, hingga arah pengembangan bisnis di masa depan.